Kolaborasi Masjid Pemberdaya (KMP) menyelenggarakan Wisuda Akademi Masjid Pemberdaya (AMP) Batch 2 pada 31 Januari – 1 Februari 2025 di Masjid Lailatul Qadar, Pondok Pesantren Gua Hira, Kulon Progo, Yogyakarta.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh inspiratif, seperti Kiai Anant (Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Usia Senja Gua Hira), K.H. Wahfiudin Sakam (Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa), Kyai M. Jazir ASP (Dewan Syuro Masjid Jogokariyan), Pak Erie Sudewo (Founder Dompet Dhuafa Republik), Ustadz Andi Juliandi (Ketua Umum KMP Nasional), dan Ustadz Imam Alfaruq (Sekretaris Jendral KMP Nasional).
Dalam sambutannya, Ketua Umum KMP Nasional, Ustadz Andi Juliandi, menekankan pentingnya kontribusi terbaik bagi masjid. “Hari ini kita mengubah kebiasaan (habbit) kita agar betul-betul melekat dengan masjid.”
Sebelumnya, para peserta AMP menjalankan pembelajaran secara daring selama tiga bulan. Program ini dirancang untuk membekali takmir masjid dengan keterampilan profesional agar dapat mengelola dan memakmurkan masjid secara optimal. Materi yang diberikan mencakup pengenalan lima pilar masjid pemberdaya, peran takmir di masjid, menyelesaikan berbagai tugas hingga mengikuti ujian dengan mempresentasikan program yang akan diterapkan di masjid. Dari 66 peserta yang mengikuti program ini, sebanyak 49 peserta berhasil lulus.
Dalam acara wisuda, juga diumumkan peserta terbaik dari AMP Batch 2 sebagai bentuk apresiasi selama program berlangsung. Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan kajian diskusi dan berkunjung ke beberapa masjid, seperti Masjid Jogokariyan, Real Masjid, Masjid Ocean View Parangtritis, dan Masjid Al Irsyad Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan lima pilar pemberdayaan masjid serta mengaplikasikan konsep tersebut.
“Sebagai masjid yang kecil dan berlokasi di kampung, mengikuti AMP merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Kami tidak pernah menyangka bisa mendapatkan privilege satu network dengan masjid-masjid besar dan berkenalan dengan mentor-mentor yang luar biasa. Bukan hanya melihat tapi berkolaborasi, dimentori, mendapat nasihat dan tentunya membakar semangat kita,” ujar Ustadz Cendhika, salah satu peserta terbaik AMP Batch 2 berbagi kesan dan pesan selama mengikuti program ini.
Ia juga menambahkan bahwa dalam perjalanan, timbul rasa tidak percaya diri dan putus asa. Namun, dukungan dari sesama peserta AMP selalu menguatkan dan berkumpul dengan orang saleh menjadi pengalaman sangat berharga.
Sebagai penutup, Ustadz Andi Juliandi berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di masjid masing-masing. “Semoga semua pelajaran yang telah didapat, bisa langsung diimplementasikan dan dipraktekkan di masjid masing-masing. Insya Allah akan menjadikan bangsa ini bangsa yang baldatun thayyibatun wa robbun ghafuur,” pungkasnya.